Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

Curhatan penulis tentang non-fiksi mind map dan outline

Hidup benar-benar suatu yang dinamis, mungkin karena ke-dinamis-an nya itulah maka hidup disebut hidup. Bayangkan, jika hidup itu stagnan, begitu-begitu saja dari tangisan pertama hingga nafas terakhir, mungkin akan lebih tepat jika dikatakan menyia-nyiakan waktu ketimbang hidup.

Tulisan kali ini bukanlah tentang kehidupan, tulisan ini tentang "ke-kaget-an" penulis ketika mendapati suatu amanah (tugas) yang diluar kemampuan penulis. Sebagai seseorang yang suka sekali berimajinasi, penulis mengalami shock cukup berat ketika mencoba membuat 2 buah mind map dan 2 buah outline yang bersifat non-fiksi. Sebelumnya penulis amat menyukai dunia fiksi, dimana imajinasi merupakan kekuatan terpenting dalam sebuah tulisan, berbeda dengan non fiksi yang menjadikan pengetahuan, riset, dan realita menjadi tiga pilar utama (menurut penulis pribadi) untuk membuat sebuah tulisan non-fiksi yang berkualitas.

Berikut penulis lampirkan contoh outline dan mind map non-fiksi yang coba penulis garap. (maaf kalo berantakan dan tidak professional ya :D)

1. Mind Map : Tips Menyelesaikan Skripsi lebih Cepat
Outline : Tips Menyelesaikan Skripsi dengan Cepat

No.
Bab.
Uraian
1.
Persiapan adalah setengah peperangan
-          Observasi Fenomena Sekitar
-          Perbanyak Referensi
-          Menentukan Pendekatan Metode Penelitian
2.
Keseimbangan Judul dan Pemahaman
-          Latar Belakang Pengambilan Judul
-          Manfaat dan Tujuan
-          Memahami rumusan masalah
3.
Pilih Metode sesuai yang dibutuhkan
-          Kualitatif
-          Kuantitatif
-          Gabungan
4.
Manfaatkan segala fasilitas yang ada
-          Dosen Pembimbing
-          Perpustakaan
-          Gadget
5.
Cipatakan Deadline
-          Target Proposal
-          Target Revisi
-          Target Skripsi
-          Target Pulang
6.
Hal-hal yang biasanya menghambat skripsi
-          Rasa malas yang diikuti
-          Kurangnya persiapan
-          Tidak memilki target

Kenapa penulis memilih tema ini? karena saat ini penulis sedang menyelesaikan Skripsi, oleh sebab itu penulis menyadari kelemahan-kelemahan penulis sehingga menggagalkan niatan penulis menjadi lulusan tercepat, dan penulis sangat berharap bahwa orang lain tidak mengalami hal yang sama.

2. Mind Map : Musang in life

Outline
No.
Bab.
Uraian
1.
Musang In Life
Mengapa Harus Musang?
-          Musang adalah hewan yang loyal
-          Perawatannya sederhana
-          Memiliki loyalitas tinggi
2.
Jenis dan Karakteristik Musang
-          Musang Pandan
-          Musang Bulan
-          Musang Akar
-          Musang Borneo
-          Musang Rase
-          Dll.
3.
Kenali, sayangi
Jenis makanan musang
-          Berserat
-          Berprotein
4.
Jinakin musang? Siapa Takut!
Kenali sikap
-          Setiap musang memiliki sifat yang berbeda
-          Pahami ketakutannya
Show your softness
-          Handfeeding (suapi)

5.
Musang dan sifatnya
-          Panikan
-          Pecicilan
-          One Man Only
-          Bonding
6.
Cara Merawat
-          Kebersihan
-          Ajak Jalan
-          Pola Makan
7.
Mengobati Musang Sakit
-          Lumpuh
-          Trauma
-          Hairloss
-          Diare





Kenapa penulis memilih tema musang? karena penulis amat menyukai hewan, dan hewan terdekat disisi penulis adalah musang. 

Kesimpulannya adalah penulis mengalami semacam phobia tersendiri jika menuliskan suatu non-fiksi yang penulis tidak benar-benar alami dan ketahui secara langsung. Oleh sebab itu penulis (untuk sekarang) lebih mengutamakan tulisan fiksi yang menjadikan imajinasi sebagai kekuatan terpenting yang harus dimiliki. 




Minggu, 29 Mei 2016

Bicara Tentang Ide


Hingga kini ide merupakan suatu hal yang misterius, tak jarang sebuah ide muncul begitu saja tanpa perlu dipikirkan dengan keras, lain halnya ketika kita meniatkan diri untuk menjaring beberapa ide yang kemudian dimaksudkan untuk suatu hal, ide tersebut justru amat sukar ditemukan. Lantas apa itu ide? 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ide merupakan rancangan yang tersusun dalam pikiran; gagasan; cita-cita. 


10 Ide Sederhana
Gambar diatas merupakan contoh "penjaringan" ide yang dilakukan penulis ketika "diniatkan" untuk mencari 10 ide.


Jadi, bicara tentang ide, menurut penulis, ide merupakan berbagai hal yang berterbangan bebas dalam pikiran, dan perlu usaha untuk menangkap dan merumuskan ide-ide tersebut, sebelum ide-ide itu kembali berterbangan dan kemudian hilang.

Rabu, 25 Mei 2016

Menulis : Jadikan hidup lebih hidup

Menulis : Jadikan hidup lebih hidup
Oleh : Agung Dermawan

           

Mengutip dari Buya Hamka  “Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup.  Jika bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja”,  maka saya awali penjelasan atau penjabaran mengenai alasan kenapa saya ingin menjadi penulis adalah karena saya tidak ingin sekadar hidup. Saya ingin menjadikan hidup lebih hidup dengan menjadi berguna bagi orang  lain dan salah satunya melalui tulisan yang bisa saja nanti menjadi inspirasi bagi orang lain. Bila ditanya ada berapa alasan yang membuat saya ingin menjadi penulis? Maka jawabannya akan banyak sekali, beda hal jika yang ditanya adalah “Sebutkan satu saja alasan untuk tidak menjadi penulis?” kontan saya akan kebingungan.
Kahlil Ghibran misalnya, akankah kita familiar dengan nama tersebut jika beliau tidak menulis? Jelas tidak, karena beliau terlahir berabad-abad sebelum kita lahir. Pramoedya Ananta Toer misalnya, akankah pemikiran-pemikiran beliau yang acap kali kontroversial pada masanya dulu, hingga kini masih menjadi sejarah kepenulisan hingga saat ini jika beliau tidak menulis? Tentu tidak.
Dan begitupun saya dalam melihat diri saya sendiri. Sering kita dengar bahwa “Setiap manusia terlahir membawa misinya masing-masing” selalu ada alasan kenapa kita terlahir di dunia ini, dan saya percaya pada diri saya sendiri, bahwa saya dilahirkan dengan tujuan yang besar, bisa jadi untuk mengubah dunia atau mengubah negara, mengubah lingkungan atau setidaknya mengangkat derajat keluarga, dan menurut saya cara termudah untuk mengubah sesuatu adalah melalui tulisan yang berisi dan menyentuh.
Oleh karena itu saya ingin sekali untuk menjadi seorang penulis sejati. Seseorang yang akan tetap hidup berabad-abad kedepan meski hanya lewat tulisan. 

Selasa, 20 Mei 2014

Bercermin kepada Bung Karno

       Pada Perjalanan menuju kemerdekaan, bangsa Indonesia dilanda berbagai kesulitan dari   yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan, dilanjutkan dengan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era mengisi kemerdekaan, menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai semangat kebangsaan kejuangan yang senantiasa tumbuh dan berkembang yang dilandasi oleh jiwa, tekad dan semangat kebangsaan. Kesemuanya itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya NKRi dalam wadah Nusantara.
        Kesuksesan bangsa Indonesia untuk lepas dari belengguh penjajahan tidak lain tidak bukan adalah karena Indonesia pada era itu memiliki sosok Pemimpin yang luar biasa, bahkan Nikita Kruschev (Presiden Soviet 1946) sampai John F. Kennedy (Presiden AS pengganti Eisenhower) juga menyegani beliau, Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno (Bung Karno).
         
Bung Karno (Presiden Pertama Indonesia)

Dengan berbagai pidatonya beliau mampu menyatukan bangsa indonesia sekaligus memberikan energi, semangat kesatuan yang bahkan mampu membebaskan bangsa indonesia dari penjajahan negeri matahari terbit (Jepang).

Untuk menjadi pemimpin yang hebat seperti beliau ini tentu membutuhkan Prinsip sebagai acuan kompleks yang berperan sebagai kompas untuk menentukan arah yang tepat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Prinsip adalah asas, kebenaran yang jadi pokok dasar orang berfikir, bertindak, dan sebagainya.




 Berbagai Prinsip yang perlu kita teladani dari beliau yakni :





  1. Kesejahteraan

 “Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politik economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksuddengan  faham Ratu Adil ialah  social rechtvaardigheid  . Rakyat ingin sejahtera.Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan kurang pakaian, menciptakan dunia baru yang di dalamnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu-Adil“

- Pidato di BPUPKI , 1 Juni 1945

     2.  Mengutamakan Kemampuan Bukan Kekebaratan  

“Jikalau pada suatu hari  Ki  Bagoes  Hadikoesoemo  misalnya , menjadi   Kepala  Negara  Indonesia,  dan  mangkat , meninggal  dunia,  jangan  anaknya  Ki Hadi koesoemo  dengan  sendirinya,  dengan  otomatis  menjadi  pengganti  Ki Hadi koesoemo.  Maka oleh karena itu saya tidak mufakat kepada prinsip  monarki itu”.


~Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945

   
    3.   Gotong Royong

"“Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggotaterhormat Soekardjo satu karyo , satu gawe”.

“Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua,  keringat  semua  buat  kebahagiaan  semua.  Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!”

~Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945"

    4.   Kemanusiaan

“Bahwa manusia di dunia ini, Saudara-saudara,basically  pada dasar dan hakekatnya - adalah sama, tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusiainilah yang harus diperhatikan”.

~Pidato di Semarang, 29 Juli 1956 

    Bila saja pemimpin seperti Bung Karno dapat terlahir kembali pada raga yang lain, namun jiwa yang sama.
Indonesia bisa saja menjadi macan asia yang sudah sepatutnya diperhitungan bahkan oleh para negeri adikuasa, bukan malah menjadi Goodboy yang manggut-manggut menyetujui atas segala situasi yang ada demi menciptakan situasi politik yang "kondusif". Padahal negeri kita adalah negeri yang kuat, bahkan dengan bilah bambu, kita (dulu) mampu melawan penjajah yang notabene berteknologi lebih maju.